Profil dan Biografi Briptu Norman Kamaru
Norman Kamaru dulunya adalah seorang Briptu yang mendadak menjadi seorang selebriti setelah mengunggah video lipsing ke YouTube. Lagu yang dilipsingkan olehnya adalah lagu India yang berjudul “
Caiya-Caiya”. Pria yang lahir di Gorontalo pada tanggal 27 November 1985 ini mulai menjadi selebriti pada tahun 2011. Norman memiliki seorang ayah yang bernama Idris Kamaru dan seorang Ibu yang bernama Halimah Marthinus. Pria yang dulu berpangkat Briptu ini sebetulnya tidak pernah menyangka bahwa video yang diunggahnya dapat populer di masyarakat. Sebelum dirinya menjadi seorang selebriti, dia merupakan seorang anggota kepolisian. Namun karena Norman saat itu sangat populer dan kebanjiran job, akhirnya dia mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai Brimob.
|
Foto Norman Kamaru |
Pada tahun 2011, mungkin semua acara di televisi sering menampilkan wajah
Norman Kamaru. Dari acara reality show, acara music hingga FTV, wajah Norman kerap terlihat. Karirnya ketika itu memang sangat melejit hingga Norman harus berkeliling Indonesia untuk menghibur para penggemarnya di seluruh penjuru nusantara. Namun sayangnya, semakin hari karirnya bukan semakin melejit namun sebaliknya. Karir Norman berangsur-angsur meredup karena Norman kurang dapat menjaga eksistensinya dalam dunia hiburan tanah air.
Norman Kamaru akhirnya kurang mendapat sambutan hangat dari penggemarnya. Hingga saat ini, dia sudah kurang diperhatikan oleh media. Jobnya dalam dunia keartisan juga jarang dia dapatkan. Norman akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang wirausaha, dimana usaha yang digelutinya adalah bubur Manado. Bubur tersebut merupakan makanan khas dari daerah Manado. Dia menggunakan modal usaha bubur dari jerih payahnya selama beberapa saat menjadi selebriti terkenal.
Galeri Foto Norman Kamaru
|
Koleksi foto Briptu Norman Kamaru. |
|
Gambar Norman Kamaru |
|
Biografi Norman Kamaru |
|
Gambar aksi Caiya-caiya Briptu Norman Kamaru |
|
Profil Norman Kamaru |
|
Norman Kamaru photo |
Norman Kamaru menjual bubur Manado di sebuah kantin yang berada di daerah Kalibata. Mungkin Norman tidak pernah menyangka bahwa saat ini dia harus memulai hidupnya dari nol lagi. Norman berjualan bubur ditemani sang istri tercinta. Dalam menjual bubur, Norman tidak menggunakan karyawan untuk meracik buburnya, melainkan Norman sendiri yang meracik semua bumbu untuk bubur dan juga menyajikannya untuk pelanggan yang datang. Semangatnya dalam berwirausaha memang sangat tinggi karena tuntutan hidup juga semakin tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar